Membandingkan PHP Framework saat ini menjadi kebutuhan dalam membangun sebuah aplikasi berbasis PHP. Banyak orang bertanya mengenai kelebihan satu framework dengan framework yang lain.
Mengapa Framework?
* Mempercepat dan mempermudah dalam membuat sebuah aplikasi PHP
* Relatif memudahkan dalam proses maintenance karena sudah ada pola tertentu dalam sebuah framework (dengan syarat programmer mengikuti pola standar yang ada)
* Umumnya framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, ORM, pagination, multiple database, scaffolding, pengaturan session, error handling, dll)
* Lebih bebas dalam pengembangan jika dibandingkan CMS
MVC Pattern
MVC (Model View Controller) merupakan suatu metode untuk memisahkan pengedali logika dan pengendali tampilan.
Terdiri dari :
* Model : mengandung fungsi-fungsi untuk berkomunikasi dengan database
* View : Berurusan dengan tampilan yang terlihat user
* Controller : Proses logika, pemeriksaan input, relasi view dan model, dan pengaturan hal-hal yang dilakukan diatur di sini
Framework dengan konsep MVC
* CodeIgniter
* CakePHP
* Akelos
* Zend
* Symfony
* Prado
* Yii
* Kohana
* dll
CodeIgniter
Kelebihan
* Mudah digunakan dan tidak memerlukan konfigurasi yang rumit
* Fungsi-fungsi pendukung yang cukup lengkap
* Mendkung PHP4 dan PHP5
* Mungkin merupakan Framework MVC paling populer dan paling banyak digunakan
* Dokumentasi yang sangat bagu, friendly dan didukung oleh forum, wiki, dan komunitas yang besar
Kekurangan
* Tidak mendukung AJAX, dan ORM
* Meyediakan dan memisahan file-file dalam MVC pattern, tapi masih memberikan kebebasan user untuk melanggar aturan MVC
CakePHP
Kelebihan
* Dukungan terhadap AJAX, ORM
* Automagic function seperti validasi input, dll, yang mempercepat coding
* Support PHP4 dan PHP5
* Lebih mencerminkan MVC yang sesungguhnya dibandingkan CI
* Komunitas pengguna yang besar dan forum cukup baik
Kekurangan
* Manual yang ada tidak selengkap CI.
* Butuh waktu belajar yang lebih lama untuk menguasai framework ini dibanding
CI. Tapi jika sudah benar-benar mengerti, banyak kelebihan dibanding CI. Beberapa situs menyarankan anda untuk belajar dan terbiasa dulu dengan CodeIgniter baru kemudian mempelajari CakePHP * (http://www.zenperfect.com/2007/07/15/faceoff-codeigniter-vs-cakephp/)
Symfony
Kelebihan
* Dukungan terhadap AJAX, ORM
* Kompatibel dengan berbagai macam database
* Banyak library dan fungsi symfony yang sudah tersedia. Bahkan hampir mendekati
CMS. Sehingga ada yang mengatakan ”Symphony is a CMS with a heart of a framework.” ini menjadi kelebihan sekaligus kekurangan.
Kekurangan
* Tidak mendukung PHP4
* Relatif butuh waktu lama untuk mengerti framework ini
* Instalasi dan konfigurasinya cukup rumit
Zend
Kelebihan
* Dukungan terhadap AJAX, ORM
* Berdasarkan informasi dari situs resminya, disebutkan bahwa fokus dari Zend
Framework ini adalah untuk membangun aplikasi berbasis Web dan untuk memudahkan dalam mengakses API dari berbagai vendor seperti Google, Amazon, Yahoo!, dan Flickr
Kekurangan
* Tidak mendukung PHP4
* Manual yang ada kurang mengakomodasi kebutuhan
* Performanya relatif lambat (mungkin karena banyaknya library)
* Konon katanya Framework ini hanya cocok untuk orang dengan skill PHP yang sudah sangat tinggi.
Akelos
Merupakan Framework yang relatif baru dengan kemampuan yang handal dan lengkap
Kelebihan
* Dukungan terhadap PHP4, PHP5, AJAX, ORM (cukup lengkap dan cukup mengakomodasi semua kebutuhan yang umum dari aplikasi php)
Kekurangan
* Kurang adanya dukungan komunitas. Mungkin karena masih relatif baru
* Beberapa forum mengatakan bahwa framewok ini cukup banyak memakan memory (http://forum.akelos.org/discussion/712/akelos-consumes-a-lot-of-memory/)
Tabel Perbandingan PHP Framework :
(http://www.phpframeworks.com/)
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Agustus 2010
Selasa, 27 Mei 2008
Apa aja sih Faktor-faktor Terpenting Blog??
Faktor-faktor Terpenting Blog
Berdasarkan survey dari salah satu komunitas blog di Indonesia, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor-faktor terpenting yang ada pada blog di Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Kepopuleran sebuah blog ditentukan dari seberapa banyak blog tersebut di-link oleh website lain.
2. Menarik atau tidaknya sebuah blog, lebih banyak ditentukan oleh isi posting.
3. Hanya maksimum 10 blog yang rutin dikunjungi dan maksimum 5 blog yang rutin dibaca oleh seorang audiens blog.
4. Gambaran kasar jumlah pembaca adalah 1,9 kali dari jumlah komentar (pada sebuah topik) yang ada.
5. Blogger Indonesia umumnya menggunakan blog sebagai diary, jurnal atau tulisan tentang hal-hal menarik yang terjadi di sekitarnya.
Fakta-fakta tersebut dapat dijadikan landasan berpikir dalam membuat prinsip-prinsip yang menjadi acuan dalam penerapan blog sebagai salah satu media penyebaran tacit knowledge di dalam aktivitas knowledge management.
Fakta yang disebutkan pada poin pertama, dapat menjadi prinsip bahwa tingkat kepopuleran sebuah blog adalah berbanding lurus dengan banyaknya blog tersebut berada di daftar link blog lain. Dalam praktek knowledge management, satu blog dengan blog lainnya dapat dibuat saling terhubung satu sama lain. Dengan demikian tingkat kepopuleran (banyaknya pembaca sebagai objek dalam penyebaran tacit knowledge) suatu blog dapat menjadi lebih tinggi.
Sebagai contoh, blog yang berisikan tentang “strategi pemasaran perusahaan” juga menyertakan link ke blog-blog lain dengan tema sesuai, seperti “kiat-kiat pemasaran yang baik”, “objek pemasaran perusahan”, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan agar tema-tema tersebut meningkat jumlah pembacanya, yang berdampak pada luasnya penyebaran tacit knowledge.
Fakta yang disebutkan pada poin kedua, menekankan pada aspek ketertarikan pembaca blog yang ditentukan oleh isi dari blog tersebut. Dalam praktek knowledge management, hal ini dapat menjadi perhatian bahwa seharusnya terdapat relevansi antara pembaca dengan isi yang ada di dalam blog. Artinya, rasa ketertarikan tidak akan muncul kepada pembaca (sekali lagi, pembaca blog adalah objek dalam penyebaran tacit knowledge) apabila tacit knowledge yang menjadi isi dari blog tersebut tidak relevan dengan knowledge apa yang seharusnya diketahui. Sebagai contoh, orang yang bekerja di bagian pemasaran tidak akan tertarik apabila dia melihat topik “bagaimana cara menghidupkan generator yang baik” ada di dalam blog yang ia baca.
Fakta yang disebutkan pada poin ketiga, dapat menjadi tolok ukur seberapa besar efektifitas segi kuantitas dari blog sebagai media penyebaran tacit knowledge. Maksudnya, perlu diperhitungkan juga seberapa luas knowledge telah disebarkan kepada orang-orang yang seharusnya mengetahui. Dari fakta tersebut, dapat dibuat suatu analogi bahwa kira-kira satu orang di organisasi hanya melihat paling banyak 10 blog, dan 5 diantaranya rutin mereka baca. Hal ini setidaknya dapat memberikan gambaran singkat mengenai luas area penyebaran knowledge di dalam organisasi yang menggunakan blog sebagai medianya.
Fakta yang disebutkan pada poin keempat, menunjukkan seberapa banyak adanya komentar terhadap isi blog. Dalam praktek knowledge management, komentar terhadap blog dipandang sebagai suatu tanggapan yang dapat digunakan sebagai evaluasi dari tacit knowledge. Dengan adanya proses evaluasi, knowledge diharapkan akan terus berkembang dan terungkap secara mendalam. Kembali kepada fakta tersebut, jumlah orang yang memberikan tanggapan terhadap knowledge yang mereka dapatkan dari blog adalah hampir setengah dari jumlah orang yang membacanya. Sebagai contoh, dari 20 orang yang bekerja di bagian pemasaran dan semuanya membaca blog yang bertema “strategi pemasaran perusahaan”, hanya 9 orang yang akan berperan aktif dalam memberikan reaksi terhadap knowledge yang mereka dapatkan dari blog tersebut.
Fakta yang disebutkan pada poin kelima, adalah mengenai isi materi yang ditulis oleh blogger. Materi yang diisi oleh blogger biasanya menyerupai dengan materi yang ada pada catatan harian, jurnal, maupun artikel tentang apa yang ada disekeliling mereka. Dalam praktek knowledge management, materi ini menjadi penting. Selain dapat memetakan knowledge apa saja yang diketahui seseorang, hal ini dapat juga menjadi prinsip dalam pengumpulan informasi.
Dalam konteks blog, setiap orang dapat mengisi blog sesuai dengan apa yang dilihat dan dirasakan pada lingkungan sekitar mereka. Namun, yang tetap menjadi perhatian adalah bahwa knowledge dalam blog dapat lebih diterima isi dan penyampaiannya apabila ditulis oleh orang yang berada pada sekitar lingkungan yang sesuai dengan knowledge di blog tersebut. Sebagai contoh, blog yang bertema “mewujudkan visi besar perusahaan” lebih diterima isi dan bahasa penyampaiannya apabila manager bidang IT menulis topik “peran IT sebagai penunjang misi perusahaan” daripada seorang programmer yang menulis topik “kode yang efektif dalam pengembangan aplikasi X”.
Memang tidak ada satu cara yang tepat dalam mengimplementasikan knowledge management. Blog sebagai salah satu media penyebaran knowledge, mungkin dapat menjadi pertimbangan atau dapat digunakan dengan baik di suatu tempat, namun belum tentu berhasil di tempat lain. Penerapan knowledge management yang efektif kembali lagi tergantung kepada konteks organisasi yang menjalankannya.
Berdasarkan survey dari salah satu komunitas blog di Indonesia, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor-faktor terpenting yang ada pada blog di Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Kepopuleran sebuah blog ditentukan dari seberapa banyak blog tersebut di-link oleh website lain.
2. Menarik atau tidaknya sebuah blog, lebih banyak ditentukan oleh isi posting.
3. Hanya maksimum 10 blog yang rutin dikunjungi dan maksimum 5 blog yang rutin dibaca oleh seorang audiens blog.
4. Gambaran kasar jumlah pembaca adalah 1,9 kali dari jumlah komentar (pada sebuah topik) yang ada.
5. Blogger Indonesia umumnya menggunakan blog sebagai diary, jurnal atau tulisan tentang hal-hal menarik yang terjadi di sekitarnya.
Fakta-fakta tersebut dapat dijadikan landasan berpikir dalam membuat prinsip-prinsip yang menjadi acuan dalam penerapan blog sebagai salah satu media penyebaran tacit knowledge di dalam aktivitas knowledge management.
Fakta yang disebutkan pada poin pertama, dapat menjadi prinsip bahwa tingkat kepopuleran sebuah blog adalah berbanding lurus dengan banyaknya blog tersebut berada di daftar link blog lain. Dalam praktek knowledge management, satu blog dengan blog lainnya dapat dibuat saling terhubung satu sama lain. Dengan demikian tingkat kepopuleran (banyaknya pembaca sebagai objek dalam penyebaran tacit knowledge) suatu blog dapat menjadi lebih tinggi.
Sebagai contoh, blog yang berisikan tentang “strategi pemasaran perusahaan” juga menyertakan link ke blog-blog lain dengan tema sesuai, seperti “kiat-kiat pemasaran yang baik”, “objek pemasaran perusahan”, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan agar tema-tema tersebut meningkat jumlah pembacanya, yang berdampak pada luasnya penyebaran tacit knowledge.
Fakta yang disebutkan pada poin kedua, menekankan pada aspek ketertarikan pembaca blog yang ditentukan oleh isi dari blog tersebut. Dalam praktek knowledge management, hal ini dapat menjadi perhatian bahwa seharusnya terdapat relevansi antara pembaca dengan isi yang ada di dalam blog. Artinya, rasa ketertarikan tidak akan muncul kepada pembaca (sekali lagi, pembaca blog adalah objek dalam penyebaran tacit knowledge) apabila tacit knowledge yang menjadi isi dari blog tersebut tidak relevan dengan knowledge apa yang seharusnya diketahui. Sebagai contoh, orang yang bekerja di bagian pemasaran tidak akan tertarik apabila dia melihat topik “bagaimana cara menghidupkan generator yang baik” ada di dalam blog yang ia baca.
Fakta yang disebutkan pada poin ketiga, dapat menjadi tolok ukur seberapa besar efektifitas segi kuantitas dari blog sebagai media penyebaran tacit knowledge. Maksudnya, perlu diperhitungkan juga seberapa luas knowledge telah disebarkan kepada orang-orang yang seharusnya mengetahui. Dari fakta tersebut, dapat dibuat suatu analogi bahwa kira-kira satu orang di organisasi hanya melihat paling banyak 10 blog, dan 5 diantaranya rutin mereka baca. Hal ini setidaknya dapat memberikan gambaran singkat mengenai luas area penyebaran knowledge di dalam organisasi yang menggunakan blog sebagai medianya.
Fakta yang disebutkan pada poin keempat, menunjukkan seberapa banyak adanya komentar terhadap isi blog. Dalam praktek knowledge management, komentar terhadap blog dipandang sebagai suatu tanggapan yang dapat digunakan sebagai evaluasi dari tacit knowledge. Dengan adanya proses evaluasi, knowledge diharapkan akan terus berkembang dan terungkap secara mendalam. Kembali kepada fakta tersebut, jumlah orang yang memberikan tanggapan terhadap knowledge yang mereka dapatkan dari blog adalah hampir setengah dari jumlah orang yang membacanya. Sebagai contoh, dari 20 orang yang bekerja di bagian pemasaran dan semuanya membaca blog yang bertema “strategi pemasaran perusahaan”, hanya 9 orang yang akan berperan aktif dalam memberikan reaksi terhadap knowledge yang mereka dapatkan dari blog tersebut.
Fakta yang disebutkan pada poin kelima, adalah mengenai isi materi yang ditulis oleh blogger. Materi yang diisi oleh blogger biasanya menyerupai dengan materi yang ada pada catatan harian, jurnal, maupun artikel tentang apa yang ada disekeliling mereka. Dalam praktek knowledge management, materi ini menjadi penting. Selain dapat memetakan knowledge apa saja yang diketahui seseorang, hal ini dapat juga menjadi prinsip dalam pengumpulan informasi.
Dalam konteks blog, setiap orang dapat mengisi blog sesuai dengan apa yang dilihat dan dirasakan pada lingkungan sekitar mereka. Namun, yang tetap menjadi perhatian adalah bahwa knowledge dalam blog dapat lebih diterima isi dan penyampaiannya apabila ditulis oleh orang yang berada pada sekitar lingkungan yang sesuai dengan knowledge di blog tersebut. Sebagai contoh, blog yang bertema “mewujudkan visi besar perusahaan” lebih diterima isi dan bahasa penyampaiannya apabila manager bidang IT menulis topik “peran IT sebagai penunjang misi perusahaan” daripada seorang programmer yang menulis topik “kode yang efektif dalam pengembangan aplikasi X”.
Memang tidak ada satu cara yang tepat dalam mengimplementasikan knowledge management. Blog sebagai salah satu media penyebaran knowledge, mungkin dapat menjadi pertimbangan atau dapat digunakan dengan baik di suatu tempat, namun belum tentu berhasil di tempat lain. Penerapan knowledge management yang efektif kembali lagi tergantung kepada konteks organisasi yang menjalankannya.
Rabu, 05 Maret 2008
Pengembang Open Source Dapat Gaji Lebih Besar
Ingin dibayar besar sebagai pengembang aplikasi korporat? Anda sangat beruntung, apabila anda mengenal teknologi open source. Menurut sebuah laporan dari Bluewolf Consulting, korporat - korporat besar semakin banyak meng-implementasikan perangkat lunak open source, dan banyak mencari pengembangan aplikasi berdasarkan open source untuk memberikan nilai tambah terhadap bisnis mereka. Riset yang yang dilakukan Bluewolf Consulting mengindikasikan bahwa kemajuan perangkat lunak open source menyebabkan kebutuhan untuk para pengembang aplikasi yang memiliki spesialisasi. Michael Kirven, salah satu pendiri Bluewolf mengatakan bahwa "peningkatan perangkat lunak open source dalam pengembangan aplikasi memberikan posisi kuat kepada para pengembang dengan spesialisasi teknologi tersebut untuk meminta kenaikan gaji sebesar 30 hingga 40%. Kami mendapatkan lebih banyak permintaan untuk pengembang open source dalam 6 bulan terakhir dibandingkan total selama 5 atau 6 tahun terakhir. Pengembangan aplikasi tidak semudah mengunduh perangkat lunak gratis, harus ada seseorang yang mampu mengkonfigurasi dan mengoperasikan aplikasi tersebut. LAMP kini sudah berada di mana - mana, teknologi - teknologi yang belum pernah terdengan 18 bulan lalu tiba - tiba menjadi komoditi panas." Terlebih lagi, beberapa perusahaan besar seperti Adobe dan Sun Microsystems juga menambahkan kredibilitas terhadap solusi open source seperti platform AIR dan MySQL. "Saya rasa setiap kali sebuah organisasi besar menggunakan sesuatu yang baru, anda akan melihat banyak peningkatan pemakaian. Tiba - tiba MySQL sekarang dapat divalidasi untuk dipakai menjadi bagian dari sebuah arsitektur rumit," kata Kirven.
Langganan:
Postingan (Atom)